Minggu, 21 November 2010

SYEKH KYAI UMAR BIN HARUN SARANG

SYEKH KYAI UMAR BIN HARUN SARANG

 Beliau lahir di Sarang pada tahun 1855 M / 1270 H. Beliau diasuh oleh Kyai Gozali Sarang dengan didikan yang baik, sehingga beliau tumbuh dengan baik pula. Dan waktu mudanya digunakan untuk mencari bermacam-macam ilmu dari ulama’ pada masa itu, dari tempat satu ke tempat yang lain, sehingga beliau seakan-akan tidak ridlo pada dirinya sendiri untuk terlepas dari mencari masalah Diniyyah. Beliau sangat bersungguh-sungguh dalam mencari pengetahuan Diniyyah.
 Beliau pernah menjadi murid salah satu dari masyayekh Belitung, kemudian belajar dengan Syekh Kyai Sarbini Karang Asem Sedan. Pada waktu itu ilmu-ilmu yang beliau pelajari adalah Fiqih, ilmu Kalam Nahwu, Shorof, dan ilmu-ilmu yang lain.

ISLAM KEBUTUHAN FITRAH MANUSIA


ISLAM KEBUTUHAN FITRAH MANUSIA

  oleh: Ibnu 81

Ada sebuah pertanyaan yang mungkin jarang atau tidak pernah terlintas dalam benak kita selaku orang yang (alhamdulillah) sudah muslim sedari kecil dan justru berbahaya apabila kita lontarkan dengan nada ingkar, yaitu: “Kenapa kita harus beragama ? Bagaimana seandainya kita dibiarkan menentukan jalan hidup sendiri tanpa menggantungkan diri pada siapapun, tanpa terikat oleh suatu aturan?”. Dalam menanggapi pertanyaan tersebut, mungkin  dengan keyakinan dan keimanan kita akan kebenaran agama, pasti tidak akan terlalu pusing untuk menjawabnya, cukup dengan mencuplik firman Allah dalam surat Al-Dzariyat ayat 56: “Dan tidaklah Ku jadikan jin dan manusia kecuali agar mereka menyembahku”.

Sabtu, 20 November 2010

PEMBUKUAN HADIST


PEMBUKUAN HADIST
 oleh: peserta Ma'had Aly PPTM
I. KEADAAN PENULISAN BANGSA ARAB SEBELUM ISLAM
Riset ilmiyah menunjukkan bahwa bangsa arab telah mengenal tulisan sebelum islam datang,mereka mencatat peristiwa peristiwa yang terjadi dibebatuan,hal ini telah dibuktikan oleh pakar arkeologi dengan bukti dan data data yang kongkrit,penemuan yang paling banyak ditemukan yaitu di semenanjung arab bagian utara <1> yang mana disitulah letak persambungan peradapan bangsa arab dengan bangsa persi dan romawi.Sebagian dari penelitian ini disebutkan bahwa A'diy ibn Zaid Al Ubadi (35 SH)<2> ketika mulai besar digagasi dan dibelajari oleh ayahnya dengan tulisan tulisan  hinggga ia kenal dan mencicipi bahasa arab,kemudian ia masuk dewan kisra dan ia adalah orang pertama yang menulis bahasa arab di dewan kisra<3>,hal ini menunjukkan bahwa zaman jahiliyyah sudah ada lembaga semacam madrasah atau yang sekupnya lebih kecil lainnya, yang menampung anak anak untuk belajar tulis menulis dan syair arab.Para guru madrasah ini menjadi mulia dan mempunyai derajat yang tinggi seperti Abu Sufyan ibn Ummayyah ibn Abdi Syamsin dan yang lainnya. Alkisah Abu Jufainah pernah diundang ke madinah untuk mengajar menulis.<4> pada masa awal sebagian orang yahudi mengenal tulisan arab dengan perantara anak anak di madinah,kemudian datanglah islam.
Orang arab memberi julukan Al-Kamil  kepada orang yang bisa menulis dan orang yang lihai memanah,tetapi banyak penyair dari golongan mereka yang membanggakan diri dengan daya ingatannya dan hafalan syair syair mereka,bahkan diantara mereka ada yang menyamarkan diri kalau ia bisa menulis,karena hal ini meupakan aib.Dengan ini jelaslah ketidaktepatan sebagian pakar sejarah yang mengatakan bahwa waktu islam masuk makkah, penulis kurang dari sepuluh orang <5>.

MENCERMATI AKAR POLARISASI SUNNI-SYI'I

MENCERMATI AKAR
POLARISASI SUNNI-SYI'I

prolog buku berjudul : Epistemologi Antagonisme Syi'ah dari IMAMAH bsampi MUT"AH
karya : Mohammad Baharun

SEBAGAIMANA pernah disiarkan pers (4 Juli) tahun 2003 silam serangan born (untuk kesekian kali) lagi-lagi telah mengguncang Pakistan.' Diduga dilakukan oleh Muslim Sunni garis keras di kota kecil Quetta, dan diperkirakan telah menewaskan 47 jiwa dan mencederai 65 orang lain dari sekte Muslim Syi'i.? Dan begitulah kemudian tragedi lain menyusul: di tengah upacara ritual ta'ziyeh di Karbala dan Baghdad, juga di kota kecil Quetta, Pakistan (02/ 03/04) peristiwa itu telah menelan korban 271 tewas dan 393luka-luka. Kasus ini seakan telah melahirkan 'teori baru', bahwa radikalisme Islam ternyata tidak saja menjadikan non Muslim sebagai target kekerasan, tetapi kini juga sesama Muslim.
Tragedi ini sudah terjadi beberapa kali di Pakistan akibat polarisasi berkepanjangan antara Sunni-Syi'i - terhitung sejak 'ekspor' Revolusi Iran" digaungkan oleh Ayatullah Khomeini karena euforia kemenangan revolusi (1979) yang 'dosis'nya berlebihan itu. Saling balas dari masing-masing kubu sering terjadi, dan telah menelan banyak korban sia-sia. Dalam catatan di atas kertas (kepustakaan) tidak semua sekte Syi'ah revivalis berperilaku stereotipseperti Khomeini pasca revolusi itu." Namun Syi'ah modern di bawah Ayatullah ini, mengingatkan kembali stigma sejarah Syi'ah di bawah Dinasti Shafawi yang menekan kaum Sunni di Iran. Dimasa awal kekuasan tiran Shafawi yang didukung ulama Syi'ah: kaum Sunni dihadapi secara opresif-represif, kecuali mereka yang tentu saja sudah melakukan konversi (eksodus) ke pangkuan Syi'ah. Dan memang pada waktu itu banyak Sunni awam yang berpindah ke aliran sekte tersebut.

Minggu, 03 Oktober 2010

Fatwa Dan Himbauan Ulama India Dan Pakistan

Fatwa Dan Himbauan
Ulama India Dan Pakistan

Ternyata bukan hanya ulama ulama Indonesia, Hadramaut, Haromain dan Mesir yang prihatin dengan penyebaran Syiah, ulama ulama dari India dan Pakistan juga sudah membentengi masyarakat dari faham yang menyesatkan tersebut.
Dibawah ini kami sampaikan kepada pembaca himbauan dan fatwa fatwa dari para ulama India dan Pakistan tentang Syiah.. Semoga dapat menambah wawasan pembaca.



ALISTIFTA’ ( Pertanyaan )

Firqah (kelompok / golongan) Syiah Imamiyyah Itsna Asyariyah yang terdapat di negara kita ini Kafir atau Islam ?. Apakah dibolehkan melakukan pernikahan dengan mereka ?. Haram atau halalkah sembelihan mereka ?. Bolehkah menyolati jenazah mereka atau mengikutsertakan mereka dalam shalat jenazah kita ?. Dan jika ada orang Syiah yang memberikan uang sumbangan untuk pembangunan masjid, diterima atau tidak ?.

Minggu, 05 September 2010

سند "محاسن الشريعة" للإمام أبي بكر محمّد بن علي بن إسماعيل المعروف بالقفال الشاشي الكبير


سند "محاسن الشريعة"
للإمام أبي بكر محمّد بن علي بن إسماعيل المعروف بالقفال الشاشي الكبير

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي وفق من عباده من أراده بالخير والسعادة بالتفقه بالدين، وفقهه فيه بالعلم واليقين، والصلاة والسلام على سيدنا ومولانا محمد المبعوث رحمة للعالمين، وعلى آله وأصحابه صلاة دائمة إلى يوم الدين، أما بعد:
فقد من الله تعالى علينا في هذا الشهر العظيم شهر رمضان قراءة كتاب جليل عظيم الشان ندير الوجود في مثل هذه الأزمنة من اعتنى به من بني الإنسان من طلبة العلم الديني كما هو مشاهد لأهل هذا الشأن، ألا وهو كتاب "محاسن الشريعة" للإمام أبي بكر محمد بن علي بن إسماعيل المعروف بالقفال الشاشي الكبير عالم جليل من علماء القرن التالي للقرون الذهبية الثلاثة القرون التي شهد بها بخير القرون الشارع العظيم صلى الله عليه وسلم، وهو أي المؤلف كما هو معروف لدى فقهاء الشافعية بالقفال الكبير. قال الشيخ محي الدين النووي : إذا ذكر القفال الشاشي فالمراد هو، وإذا قيل: القفال المروزي فهو القفال الصغير الذي بعد أربعة مائة. قال: ثم إن الشاشي يتكرر ذكره في التفسير والحديث والأصول والكلام، وأما المروزي فيتكرر في الفقهيات، وهذا هو القفال الصغير كما تقدم.
وحيث أن أردت للإخوان الذين سمعوا عني كتاب "محاسن الشريعة للقفال الكبير" الخير والانحراط جانب أهل العلم والسند، أذكر هنا سلسة اتصال سندي إليه فأقول : رويت هذا الكتاب كسائر مروياتي من المنقول والمعقول عن شيخي وشيخ شيوخي المحدث والمسند العلامة الشيخ محمد ياسين بن عيسى الفاداني عن السيد محمد علي المالكي أخبر به عن السيد بكري عن السيد زيني دحلان المكي عن عثمان بن حسن الدمياطي عن العلامة عبد الله بن حجازي الشرقاوي عن الشمس محمد بن سالم الحفني توفي سنة 1118 هـ عن عبد العزيز الزيادي عن الشمس محمد بن العلاء البابلي توفي سنة 1077 هـ عن الشيخ سالم بن محمد عز الدين بن محمد نصر الدين السنهوري المصري توفي سنة 1015 هـ عن النجم محمد بن أحمد الغيطي عن القاضي زكريا بن محمد الأنصاري عن الحافظ أحمد بن علي بن حجر العسقلاني أنبأنا أبو هريرة ابن الذهبي إجازة عن القاسم بن المظفر عن أبي الحسن بن المقيَّر عن أبي الفضل الميهي عن أبي بكر أحمد بن علي بن خلف أنبأنا أبو عبد الله محمد بن عبد الله بن حمدويه بن نعيم الضبي الطهماني النيسابوري الشهير بالحاكم توفي سنة 400 هـ عن المؤلف الإمام أبي بكر محمد بن علي بن إسماعيل المعروف بالقفال الشاشي الكبير توفي سنة 365 هـ رضي الله عنه وعنهم أجمعين.
وأوصي نفسي وإياهم بملازمة التقوى والاستقامة في السر والعلانية، وصلى الله على سيدنا ومولانا محمد وعلى آله وصحبه وسلم، والحمد لله رب العالمين.
كتبه بيده وقلمه الفقير إليه تعالى
ميمون زبير الساراني
سارانج ، تحريرا يوم الأحد 20 رمضان 1431 هـ

Catatan singkat kitab " Mahasinu al Syari'ah"


Catatan singkat kitab " Mahasinu al Syari'ah"
Sebelumnya, nama kitab mahasinu al syari'ah sangat asing bagi kami, kitab karya seorang ulama' Syafi'iyyah yaitu imam al Qoffal al Kabir. Namun setelah kami mendapat sodoran kitab ini dari beliau KH. Muhammad Najih untuk di jadikan materi Balagh Romadlon oleh Syaikhina Maimoen Zubair kami akhirnya tahu dan membaca sekilas bahwa kitab ini membahas Fiqh Madzhab Syafi'i.