Tampilkan postingan dengan label KAJIANKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAJIANKU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 September 2011

TA'LIM MUTA'ALIM; Kitab para pencari Ilmu



Kitab TA'LIM MUTA'ALIM, yang disusun dan di karang oleh Syekh Az-Zarnuji, merupaka kitab dan acuhan sekaligus bimbingan bagi seorang penuntut ilmu agar mendapatkan ilmu yang bermamfaat bagi dirinya pada khusussnya dan masyarakat pada umumnya.
Dalam kitab ini terdapat banyak sekali petunjuk – petunjuk bagi seorang penuntut ilmu, seperti halnya memilih guru dan teman yang akan di jadikan seorang guru dan teman untuk berdiskusi dan mencari solusi dalam permasalahan yang ada dalam masyarakat, cara memuliakan ilmu dan shohibul ilmi dan masih banyak hal – hal yang berhubungan tentang hak dan kewajiban penuntut ilmu.

Kamis, 21 Juli 2011

APAKAH HADIS-HADIS KEDOKTERAN ADALAH WAHYU?

APAKAH HADIS-HADIS KEDOKTERAN ADALAH WAHYU?

oleh: Ag. H. Zakky Mubarrok

Abstrak

Kajian ini menerangkan mengenai beberapa hadits Nabi SAW yang berkaitan dengan kedokteran, makalah ini juga memaparkan beberapa pendapat beserta argumennya. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa hadits-hadits kedokteran adalah wahyu dari Allah, hal tersebut dapat dibuktikan dengan dua argument. Pertama, bahwa dalam hadits-hadits tersebut tidak ditemukan kesalahan yang bertentangan dengan kajian ilmiah moderen tidak seperti teori kedokteran pada zaman nabi saw yang banyak bertentangan dengan kajian ilmiah, hal ini menunjukkan bahwa hadits-hadits tersebut tidak timbul dari budaya masyarakat pada masa itu. Kedua, dalam hadits-hadits Nabi yang berkaitan dengan kedokteran telah mendahului kajian-kajian medis modern dengan berbagai bentuknya, seperti penciptaan manusia, pencegahan penyakit dan pengobatan. Oleh itu, tidak mungkin semuanya itu adalah bersifat kebetulan dan dapat dipastikan bahwa hadits-hadits tersebut adalah wahyu dari Allah SWT.

Sabtu, 05 Maret 2011

MENGENAL SOSOK WANITA SALEHAH

MENGENAL SOSOK WANITA SALEHAH 
By: Ust. M. Ma'shum

Mendengar nama bidadari tentu yang ada dalam bayangan kita adalah wanita cantik,dan lembut serta menawan dan kisah ini hanya ada dalam dongeng sebelum tidur. Sesungguhnya bidadari itu ada, seperti yang dikisahkan oleh Ibnu Qayyim Al jauziyyah dalam bukunya “Tamasya Kesurga, dimana dalam buku itu dikatakan bidadari2 itu adalah waninta suci yang menyenangkan bila di pandang mata,menyejukkan jika dilihat dan menentramkan setiap pemiliknya,wajahnya cantik jelita,kulitnya halus mulus,akhlaknya baik dan perawan kaya akan cinta dan umurnya sebaya.
 Sungguh satu gambaran yang sempurna dari seorang berjenis wanita yang menjadi bidadari surga. Dan akan timbul pertanyaan dihati siapakah yang mendapatkan bidadari itu ? jawabnya ialah yang mendapatkan bidadari surga adalah orang2 yang syahid karena berjihad di jalan Allah,orang2 yang tulus ikhlas membela agama Allah. Sebagian orang yang berpikir atau khususnya kaum adam,tentu akan bertanya kapan dapat bertemu dengan bidadari2 itu ? apakah bidadari2 itu bisa di miliki ? atau adakah sedikit di antara mereka mendiami bumi sekarang ini ? Sesungguhnya bidadari2 itu sudah turun kebumi semenjak islam bangkit di bumi.Bidadari itu menghias diri setiap hari,berwujud manusia yang berhati lembut,menyenangkan di pandang mata,meyejukkan dilihat,menentramkan hati setiap pemiliknya,dan dia adalah wanita salehah yang menjaga kesucian dirinya. Akan timbul lagi pertanyaan seperti apakah bidadari bumi itu ? Bisakah kita mengikuti langkahnya? Apakah dia anak ? adik? atau ponakan perempuan atau apakah dia ibu kita ,apakah dia juga kita sendiri ? atau semua ini hanya angan2 yang bisa di realisasikan ,tapi syeitan menahan.

AL-QURAN DAN HAK-HAK WANITA


AL-QURAN DAN HAK-HAK WANITA
Oleh:
AHMAD ZAKI MUBAROK
 dimuat dalam Majalah ATTAHLIYAH HIIMATI Edisi IV.

ABSTRAK

Kini berbagai tuduhan dilemparkan kepada umat Islam diantaranya ialah isu teroris dan pencabulan hak asasi manusia terutama kepada golongan wanita. Isu ini begitu hebat dilontarkan oleh musuh-musuh Islam. Islam sebenarnya adalah agama adil yang memperhatikan semua hak umatnya. Oleh itu tulisan ini akan mencoba menjelaskan tentang pandangan Islam yang sebenarnya terhadap hak-hak wanita seperti mana yang terkandung dalam al-Quran. Penulis akan mencoba menyenaraikan hak-hak tertentu golongan wanita berdasarkan kepada al-Quran, di samping penjelasan mengenai beberapa keraguan mengenai hak-hak wanita yang ditimbulkan oleh musuh-musuh Islam. Dengan tulisan ini diharapkan dapat menjawap beberapa isu-isu negatif yang melanda umat Islam pada masa sekarang. Isu ini berkait rapat dengan keadilan Islam yang memerlukan penjelasan yang teratur dan lengkap bagi melangsungkan kewujudan umat Islam yang bukan saja dihormati tetapi juga mempunyai tahap keimanan yang tinggi.

Rabu, 19 Januari 2011

Mengenal Tafsir Sunni

Mengenal Tafsir Sunni

oleh: DR. KH. Abdul Ghofur MZ
malakah ini di sampaikan dalam Kuliah Jum'ah I DEMU
 
Tak dapat dipungkiri posisi sentral Al-Quran bagi seluruh aliran-aliran yang lahir dalam rahim Islam. Semua larut menikmati hidangan Al-Quran. Ada dua sifat yang menjadikan Al-Quran selalu menjadi rujukan. Pertama Al-Quran sebagai hudan, petunjuk bagi umat manusia, dan kedua Al-Quran sebagai furqan, pembeda antara yang benar dan yang batil. Selain itu, Al-Quran adalah satu-satunya teks Islam yang terjaga otentisitasnya. Al-Quran di hadapan kita sekarang tak berbeda sedikitpun dari al-Quran yang pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Maka bisa dimengerti, bahwa aliran yang mampu mengidentifikasi diri sebagai aliran yang sejalan-harmonis dengan teks-teks al-Quran dengan mudah memanen kepercayaan dari umat, sementara yang tampak kontras-berlawanan dengannya akan terseret arus peminggiran.  

Rabu, 22 Desember 2010

EKSISTENSI MASHLAHAH DALAM LITERATUR ISLAM

EKSISTENSI MASHLAHAH
DALAM LITERATUR ISLAM

I. PENDAHULUAN

            الحمد لله الذي أنقذنا بنور العلم من ظلمات الجهالة وهدانا بالاستبصار به عن الوقوع في عماية الضلالة, والصلاة والسلام على رسول الله وعلى أله وصحبه ومن والاه. وبعده

          Sebagai syari'at yang terakhir (khotimatu al Syaroi') syari'at Islam merupakan syari'at yang universal (menyeluruh), oleh karena itu asas atau pondasi  dari Islam harus bersifat musytarok agar dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam Al Qur'an dan Hadits yang diantaranya:


 قال تعالى : وما أرسلناك الا كافة للناس[1]

 وقال النبى صلى الله عليه وسلم : وكان الرسول يبعث إلى قومه خاصا وبعثت إلى الناس عامة[2]

Itu semua dapat terwujudkan kalau memang syari'at menjaga mashlahah yang ada entah itu mashlahah yang bersifat duniawi atau ukhrowi.

            Oleh karena itu kami berusaha mengupas tentang eksistensi mashlahah dalam literature Islam, seberapa manakah mashlahah itu dipertahankan, sebesar manakah mashlahah itu dianggap dan sebatas manakah mashlahah itu dapat diterima.

Sabtu, 11 Desember 2010

MUQODDIMAH BIDAYATUL HIDAYAH (bag: 2)


MUQODDIMAH BIDAYATUL HIDAYAH (bag: 2)
Darai Ngaji sore Syekhina Maimoen zubair

أما بعد: فاعلم أيها الحريص المقبل على اقتباس العلم المظهر من نفسه صدق الرغبة وفرط التعطش إليه. أنك إن كنت تقصد بالعلم المنافسة والمباهاة والتقدم على الأقران واستمالة وجوه الناس إليك وجمع حطام الدنيا فأنت ساع في هدم دينك وإهلاك نفسك وبيع آخرتك بدنياك فصفقتك خاسرة وتجارتك بائرة
Ketahuilah wahai para pencari Ilmu, jikalau engkau mencari ilmu hanya untuk mengejar kesenangan duniawi saja, supaya engkau terpandang, bisa mengalahkan sesama atau hanya untuk menarik perhatian masyarakan, maka sesungguhnya engkau telah berusaha untuk menghancurkan agamamu dan merusak dirimu sendiri. Dan juga engkau telah menjual akhiratmu dengan duniamu dan hal itu jelad telam membuatmu merugi.
Niat adalah pondasi segala amalan. Setiap amalan tidak akan tegak tanpa pondasi yang benar. Bahkan amal itu akan menjadi semakin buruk jikalau di dasari dengan niat yang buruk.  Demikian pula dengan orang yang hendak menuntut ilmu, apabila niat hatinya kotor, maka semakin kotor hati itu dengan ilmu yang ia dapatkan, menjadilah ia sebagai orang yang sombong dengan ilmu yang didapatnya, padahal Allah telah mengancam tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya terdapat sifat sombong walau sedikit.

Jumat, 10 Desember 2010

Muqoddimah Ngaji Bidayatul Hidayah
di olah dari pengaajian sore KH. Maimoen Zubar

بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam lafadz بسم الله الرحمن الرحيم terkandung beberapa keistemewaan yang diantaranya adalah keberadaan Basmalah yang tersusun dari 4 kalimat yaitu بسم, الله, الرحمن, dan الرحيم dari susunan tersebut mengisyaratkan betapa pentingnya 4 unsur dalam kehidupan manusia,

Sabtu, 04 Desember 2010

MENYAMBUT TAHUN BARU HIJRIYAH

MENYAMBUT TAHUN BARU HIJRIYAH
BY: Kang Sae Full

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru Hijriyah dan akan meninggalkan tahun ini, pada moment seperti ini lah saatnya kita Muhasabah atau intropeksi diri kita, apa yang telah kita peroleh di tahun ini dan apa yang telah lakukan di tahun ini sehingga kita bisa memperbaikinya di tahun depan. Bukankan Nabi Muhammad telah bersabda:
من اعتدل يومه فيها فهو مغرور ، ومن كان يومه خيرا من غده فهو مغبون ، ومن لم يتفقد النقصان عن نفسه فانه نقصان ، ومن كان في نقصان فالموت خير له (ابن النجار)
Dalam tulisan kali ini, kami hanya ingin menulis beberapa do’a dan amalan sekaligus manfaatnya yang terdapat dalam kitab: KANZUN NAJAH  WAS SURUUR FIL AD’IYAH ALLATI TSYROHU ASSHUDUR” karya: Syekh Abdul Hamid Muhammad Aly Quds.

Minggu, 21 November 2010

ISLAM KEBUTUHAN FITRAH MANUSIA


ISLAM KEBUTUHAN FITRAH MANUSIA

  oleh: Ibnu 81

Ada sebuah pertanyaan yang mungkin jarang atau tidak pernah terlintas dalam benak kita selaku orang yang (alhamdulillah) sudah muslim sedari kecil dan justru berbahaya apabila kita lontarkan dengan nada ingkar, yaitu: “Kenapa kita harus beragama ? Bagaimana seandainya kita dibiarkan menentukan jalan hidup sendiri tanpa menggantungkan diri pada siapapun, tanpa terikat oleh suatu aturan?”. Dalam menanggapi pertanyaan tersebut, mungkin  dengan keyakinan dan keimanan kita akan kebenaran agama, pasti tidak akan terlalu pusing untuk menjawabnya, cukup dengan mencuplik firman Allah dalam surat Al-Dzariyat ayat 56: “Dan tidaklah Ku jadikan jin dan manusia kecuali agar mereka menyembahku”.

Minggu, 05 September 2010

سند "محاسن الشريعة" للإمام أبي بكر محمّد بن علي بن إسماعيل المعروف بالقفال الشاشي الكبير


سند "محاسن الشريعة"
للإمام أبي بكر محمّد بن علي بن إسماعيل المعروف بالقفال الشاشي الكبير

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي وفق من عباده من أراده بالخير والسعادة بالتفقه بالدين، وفقهه فيه بالعلم واليقين، والصلاة والسلام على سيدنا ومولانا محمد المبعوث رحمة للعالمين، وعلى آله وأصحابه صلاة دائمة إلى يوم الدين، أما بعد:
فقد من الله تعالى علينا في هذا الشهر العظيم شهر رمضان قراءة كتاب جليل عظيم الشان ندير الوجود في مثل هذه الأزمنة من اعتنى به من بني الإنسان من طلبة العلم الديني كما هو مشاهد لأهل هذا الشأن، ألا وهو كتاب "محاسن الشريعة" للإمام أبي بكر محمد بن علي بن إسماعيل المعروف بالقفال الشاشي الكبير عالم جليل من علماء القرن التالي للقرون الذهبية الثلاثة القرون التي شهد بها بخير القرون الشارع العظيم صلى الله عليه وسلم، وهو أي المؤلف كما هو معروف لدى فقهاء الشافعية بالقفال الكبير. قال الشيخ محي الدين النووي : إذا ذكر القفال الشاشي فالمراد هو، وإذا قيل: القفال المروزي فهو القفال الصغير الذي بعد أربعة مائة. قال: ثم إن الشاشي يتكرر ذكره في التفسير والحديث والأصول والكلام، وأما المروزي فيتكرر في الفقهيات، وهذا هو القفال الصغير كما تقدم.
وحيث أن أردت للإخوان الذين سمعوا عني كتاب "محاسن الشريعة للقفال الكبير" الخير والانحراط جانب أهل العلم والسند، أذكر هنا سلسة اتصال سندي إليه فأقول : رويت هذا الكتاب كسائر مروياتي من المنقول والمعقول عن شيخي وشيخ شيوخي المحدث والمسند العلامة الشيخ محمد ياسين بن عيسى الفاداني عن السيد محمد علي المالكي أخبر به عن السيد بكري عن السيد زيني دحلان المكي عن عثمان بن حسن الدمياطي عن العلامة عبد الله بن حجازي الشرقاوي عن الشمس محمد بن سالم الحفني توفي سنة 1118 هـ عن عبد العزيز الزيادي عن الشمس محمد بن العلاء البابلي توفي سنة 1077 هـ عن الشيخ سالم بن محمد عز الدين بن محمد نصر الدين السنهوري المصري توفي سنة 1015 هـ عن النجم محمد بن أحمد الغيطي عن القاضي زكريا بن محمد الأنصاري عن الحافظ أحمد بن علي بن حجر العسقلاني أنبأنا أبو هريرة ابن الذهبي إجازة عن القاسم بن المظفر عن أبي الحسن بن المقيَّر عن أبي الفضل الميهي عن أبي بكر أحمد بن علي بن خلف أنبأنا أبو عبد الله محمد بن عبد الله بن حمدويه بن نعيم الضبي الطهماني النيسابوري الشهير بالحاكم توفي سنة 400 هـ عن المؤلف الإمام أبي بكر محمد بن علي بن إسماعيل المعروف بالقفال الشاشي الكبير توفي سنة 365 هـ رضي الله عنه وعنهم أجمعين.
وأوصي نفسي وإياهم بملازمة التقوى والاستقامة في السر والعلانية، وصلى الله على سيدنا ومولانا محمد وعلى آله وصحبه وسلم، والحمد لله رب العالمين.
كتبه بيده وقلمه الفقير إليه تعالى
ميمون زبير الساراني
سارانج ، تحريرا يوم الأحد 20 رمضان 1431 هـ

Catatan singkat kitab " Mahasinu al Syari'ah"


Catatan singkat kitab " Mahasinu al Syari'ah"
Sebelumnya, nama kitab mahasinu al syari'ah sangat asing bagi kami, kitab karya seorang ulama' Syafi'iyyah yaitu imam al Qoffal al Kabir. Namun setelah kami mendapat sodoran kitab ini dari beliau KH. Muhammad Najih untuk di jadikan materi Balagh Romadlon oleh Syaikhina Maimoen Zubair kami akhirnya tahu dan membaca sekilas bahwa kitab ini membahas Fiqh Madzhab Syafi'i.

Jumat, 18 Juni 2010

OLEH-OLEH SYEKHINA NAJIH MAIMOEN DARI SYIRIA DAN PALESTINA



OLEH-OLEH SYEKHINA NAJIH MAIMOEN
DARI SYIRIA DAN PALESTINA
Jum’ah 05 Rojab 1431 H.

                Selama dekitar 20 hari, beliau Syeh Muhammad Najih Maimoen menjalankan Umrah dan pejalanan di beberapa negara Islam di timur tengah, dan pada hari Ahad kemarin beliau telah kembali ke Sarang.       Dan pada malam jum’ah ini, beliau berbagi cerita dan Ilmu yang telah beliau dapatkan selama dalam perjalan yang banyak sekali bertemu dengan Ulama’ Ulama International, sekaligus memberi wejangan para santri PP. Al Anwar, yang bertempat di Mushlola PP Al Anwar. Dan tulisan ini, sedikit merangkum apa yang telah beliau utarakan sesuai kadar kefahaman penulis.