Kamis, 20 Januari 2011

Adilkah ini????????


Aku berhias diri di depan kaca, memandangi diriku yang sedang memakai jilbab. Memang sejak kecil aku sudah diajari mama untuk memakai jilbab. Aku mempunyai satu kakak namanya kak Ilham, dia adalah sosok laki-laki yang sangat baik, dia selalu menuruti semua keinginan orangtua. Aku sangat menyayanginya, karna dia kakak satu-satunya yang paling aku sayangi sedunia.
Di taman kampus, aku masih duduk sendiri dengan belajar, terlihat dari kejauhan Zaskia menyusulku.
" Tania, sibuk nggak? " tanya zaskia
" Nggak ada apa? "
" aku mau bilang ma kamu tentang suatu hal yang sangat penting"
"hal penting apa?"
"kamu dapat salam dari sepupu aku"
'sepupu kamu siapa?"
"itu lho......yang kemaren datang kerumahku nganterin makanan"
"oh kak Imam?....
"Iya....aku tersenyum kecil"
"Ada-ada aja kamu...."
"Iya , wa'alaikum salam..."Nah gitu donk...

Rabu, 19 Januari 2011

Mengenal Tafsir Sunni

Mengenal Tafsir Sunni

oleh: DR. KH. Abdul Ghofur MZ
malakah ini di sampaikan dalam Kuliah Jum'ah I DEMU
 
Tak dapat dipungkiri posisi sentral Al-Quran bagi seluruh aliran-aliran yang lahir dalam rahim Islam. Semua larut menikmati hidangan Al-Quran. Ada dua sifat yang menjadikan Al-Quran selalu menjadi rujukan. Pertama Al-Quran sebagai hudan, petunjuk bagi umat manusia, dan kedua Al-Quran sebagai furqan, pembeda antara yang benar dan yang batil. Selain itu, Al-Quran adalah satu-satunya teks Islam yang terjaga otentisitasnya. Al-Quran di hadapan kita sekarang tak berbeda sedikitpun dari al-Quran yang pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Maka bisa dimengerti, bahwa aliran yang mampu mengidentifikasi diri sebagai aliran yang sejalan-harmonis dengan teks-teks al-Quran dengan mudah memanen kepercayaan dari umat, sementara yang tampak kontras-berlawanan dengannya akan terseret arus peminggiran.  

Rabu, 22 Desember 2010

EKSISTENSI MASHLAHAH DALAM LITERATUR ISLAM

EKSISTENSI MASHLAHAH
DALAM LITERATUR ISLAM

I. PENDAHULUAN

            الحمد لله الذي أنقذنا بنور العلم من ظلمات الجهالة وهدانا بالاستبصار به عن الوقوع في عماية الضلالة, والصلاة والسلام على رسول الله وعلى أله وصحبه ومن والاه. وبعده

          Sebagai syari'at yang terakhir (khotimatu al Syaroi') syari'at Islam merupakan syari'at yang universal (menyeluruh), oleh karena itu asas atau pondasi  dari Islam harus bersifat musytarok agar dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam Al Qur'an dan Hadits yang diantaranya:


 قال تعالى : وما أرسلناك الا كافة للناس[1]

 وقال النبى صلى الله عليه وسلم : وكان الرسول يبعث إلى قومه خاصا وبعثت إلى الناس عامة[2]

Itu semua dapat terwujudkan kalau memang syari'at menjaga mashlahah yang ada entah itu mashlahah yang bersifat duniawi atau ukhrowi.

            Oleh karena itu kami berusaha mengupas tentang eksistensi mashlahah dalam literature Islam, seberapa manakah mashlahah itu dipertahankan, sebesar manakah mashlahah itu dianggap dan sebatas manakah mashlahah itu dapat diterima.

Sabtu, 11 Desember 2010

MUQODDIMAH BIDAYATUL HIDAYAH (bag: 2)


MUQODDIMAH BIDAYATUL HIDAYAH (bag: 2)
Darai Ngaji sore Syekhina Maimoen zubair

أما بعد: فاعلم أيها الحريص المقبل على اقتباس العلم المظهر من نفسه صدق الرغبة وفرط التعطش إليه. أنك إن كنت تقصد بالعلم المنافسة والمباهاة والتقدم على الأقران واستمالة وجوه الناس إليك وجمع حطام الدنيا فأنت ساع في هدم دينك وإهلاك نفسك وبيع آخرتك بدنياك فصفقتك خاسرة وتجارتك بائرة
Ketahuilah wahai para pencari Ilmu, jikalau engkau mencari ilmu hanya untuk mengejar kesenangan duniawi saja, supaya engkau terpandang, bisa mengalahkan sesama atau hanya untuk menarik perhatian masyarakan, maka sesungguhnya engkau telah berusaha untuk menghancurkan agamamu dan merusak dirimu sendiri. Dan juga engkau telah menjual akhiratmu dengan duniamu dan hal itu jelad telam membuatmu merugi.
Niat adalah pondasi segala amalan. Setiap amalan tidak akan tegak tanpa pondasi yang benar. Bahkan amal itu akan menjadi semakin buruk jikalau di dasari dengan niat yang buruk.  Demikian pula dengan orang yang hendak menuntut ilmu, apabila niat hatinya kotor, maka semakin kotor hati itu dengan ilmu yang ia dapatkan, menjadilah ia sebagai orang yang sombong dengan ilmu yang didapatnya, padahal Allah telah mengancam tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya terdapat sifat sombong walau sedikit.

Jumat, 10 Desember 2010

KYAI FATCHURROHMAN GHOZALI


KYAI FATCHURROHMAN GHOZALI

A.   kelahiran tumbuh kembang dan belajar beliau
beliau dilahirkan di Srang pada tahun 1288 H. beliau putra bungsu kyai Ghozali Sarang, beliau dididik olehorang tuanya dan belajar Mabadi'ul Ulum Diniyyah dalam bimbingan orang tua beliau sendiri. Dan belajar juga pada masyayikh-masyayikh pondok pesantren khususnya kyai Umar bin Harun Srang.beliau slalu bersungguh-sungguh dalam mencari pengetahuan Diniyyah sehingga beliau mengungguli sahabat-sahabat sejawatnya pada masa itu.
Kemudian beliau meneruskan tholabul ilminya di Solo kepada ulama'-ulama' disana khususnya Syekh Kyai Idris Solo. Beliau belajar mendalami fan-fan ilmu agama yakni fiqih, nahwu, shorof, ushul dsb. Kemudian beliau kembali ke kampong halaman dengan membawa keberhasilan.
Muqoddimah Ngaji Bidayatul Hidayah
di olah dari pengaajian sore KH. Maimoen Zubar

بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam lafadz بسم الله الرحمن الرحيم terkandung beberapa keistemewaan yang diantaranya adalah keberadaan Basmalah yang tersusun dari 4 kalimat yaitu بسم, الله, الرحمن, dan الرحيم dari susunan tersebut mengisyaratkan betapa pentingnya 4 unsur dalam kehidupan manusia,

MUT'AH DAN SEKS BEBAS


MUT'AH DAN SEKS BEBAS
Diambil dari buku berjudul “Epistemologi Antagonisme Syi’ah dari IMAMAH sampai MUT’AH” karya: Mohammad Baharun


FATWA soal mut'ah pernah diputuskan oleh Komisi Masa'il (pembahasan berbagai masalah agama) Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Mataram. Sudah cukup lama warga nahdliyyin kala itu dibuat repot oleh kasus mut'ah, yang memang belakangan menjadi isu marak sampai-sampai suatu rganisasi mahasiswa di Surabaya sempat 'kepeleset' mengusulkan untuk membuka semacam posko kawin mut'ah ala Syi'ah itu di kompleks pelacuran-katanya demi memberi solusi masalah perzinahan[1]. Belakangan disinyalemen, konon ada indikasi agen Syi'ah yang menyelinap ke dalam tubuh organisasi itu. Belum lagi di jawa Tengah, kabarnya pernah ada juga pihak yang menggugat ke pengadilan, karena sang putri hamil duluan sebelum nikah - setelah mengikuti 'pengajian ekslusif', dan ternyata diam-diam ia jadi 'korban' mut'ah. Keresahan pun melanda orangtua, yang putrinya indekos di luar kota untuk kuliah[2].
Itulah mungkin yang antara lain menuntut para Kiai NU kemudian memutuskan fatwa mut'ah. Dan sebelum organisasi terbesar ini merumuskan, sesungguhnya ada PP Ittihadul Muballighin yang telah mendahului untuk menetapkan putusan keharamannya.