Sabtu, 11 Desember 2010

MUQODDIMAH BIDAYATUL HIDAYAH (bag: 2)


MUQODDIMAH BIDAYATUL HIDAYAH (bag: 2)
Darai Ngaji sore Syekhina Maimoen zubair

أما بعد: فاعلم أيها الحريص المقبل على اقتباس العلم المظهر من نفسه صدق الرغبة وفرط التعطش إليه. أنك إن كنت تقصد بالعلم المنافسة والمباهاة والتقدم على الأقران واستمالة وجوه الناس إليك وجمع حطام الدنيا فأنت ساع في هدم دينك وإهلاك نفسك وبيع آخرتك بدنياك فصفقتك خاسرة وتجارتك بائرة
Ketahuilah wahai para pencari Ilmu, jikalau engkau mencari ilmu hanya untuk mengejar kesenangan duniawi saja, supaya engkau terpandang, bisa mengalahkan sesama atau hanya untuk menarik perhatian masyarakan, maka sesungguhnya engkau telah berusaha untuk menghancurkan agamamu dan merusak dirimu sendiri. Dan juga engkau telah menjual akhiratmu dengan duniamu dan hal itu jelad telam membuatmu merugi.
Niat adalah pondasi segala amalan. Setiap amalan tidak akan tegak tanpa pondasi yang benar. Bahkan amal itu akan menjadi semakin buruk jikalau di dasari dengan niat yang buruk.  Demikian pula dengan orang yang hendak menuntut ilmu, apabila niat hatinya kotor, maka semakin kotor hati itu dengan ilmu yang ia dapatkan, menjadilah ia sebagai orang yang sombong dengan ilmu yang didapatnya, padahal Allah telah mengancam tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya terdapat sifat sombong walau sedikit.
Seorang yang hendak menuntut ilmu syar'i harus menanamkan pada dirinya bahwa tujuan dari menuntut ilmu tidak lain adalah melaksanakan perintah Allah dengan mengamalkan ilmu yang didapatnya, meluruskan kesalahan yang ada pada dirinya kemudian orang lain, dan menghidupkan kembali apa yang telah terpendam dari warisan para Nabi, serta membela tegaknya Islam dengan pemahaman yang benar.
Setiap penuntut ilmu harus waspada pada kesalahan niatnya, karena barangsiapa yang salah niatnya dalam menuntut ilmu, maka bukan pahala yang dia dapatkan, tetapi siksa api neraka yang akan di jumpainya.
Adapun apabila hilang keikhlashan pada seorang penuntut ilmu dan amalannya telah tercampuri dengan kotoran-kotoran riya` serta tujuannya dalam menuntut ilmu adalah untuk berbangga-bangga dengan yang lain, sum’ah (supaya amalannya didengar orang lain), mencari kedudukan dan kepemimpinan di tengah-tengah manusia, maka sesungguhnya ilmu ini akan menghujjat pemiliknya pada hari kiamat, dan di akhirat dia tidak akan mendapatkan bagian dan pahala sedikitpun. Allah berfirman:
مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ
"Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia akan Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat." [Asy-Syuuraa:20]
Maka orang yang memaksudkan dengan amalannya untuk mendapatkan keuntungan duniawi, keridhaan manusia dan kedudukan yang tinggi di sisi mereka, hendaklah mereka ambil pahala atas amalannya tersebut kepada orang yang dia maksudkan dan yang dia tuju.

ومعلمك معين لك على عصيانك وشريك لك في خسرانك وهو كبائع سيف لقاطع طريق كما قال صلى الله عليه وسلم: (من أعان على معصية ولو بشطر كلمة كان شريكا فيها).
Begitu juga orang telah mengajarimu, ia juga terlibat dalam kema’shiyatanmu, dan ikut terjerumus dalam kesengsaraanmu, sebagaimana seseorang yang telah menjual senjata kepada perampok, maka ia akan ikut mendapatkan dosa merampok, sebagaman sabda Nabi Muhammad SAW:
من أعان على معصية ولو بشطر كلمة كان شريكا فيها
Artinya: barang siapa yang menolong kema’siyatan walaupun hanya sengan setengah kalimat, maka ia telah terlibat dalam ma’shiyat itu.
Siapapun yang membantu kejahatan, entah secara langsung atau tidak maka ia juga akan ikut memikul dosa kajahatan tersebut,
وإن كانت نيتك وقصدك بينك وبين الله تعالى من طلب العلم: الهداية دون مجرد الرواية فأبشر فإن الملائكة تبسط لك أجنحتها إذا مشيت ، وحيتان البحر تستغفر لك إذا سعيت.
Dan ketika niatmu dalam menuntut Ilmu benar-benar tulus,  yaitu untuk mencari taufiq dan hidayah dari Allah dengan bisa mengamalkan Ilmu tersebut bukan sekedar untuk mengkaji dan mempelajari tanpa berkeinginan untk mengamalkan maka sesungguhnya malaikat telah membentang sayapnya untuk memberi rahmat ketika ia berjalan dan ikan-ikan yang ada si lautan selalu berdo’a untuknya sewaktu ia berangkan mencari Ilmu.
Itulah keutaaman mencari Ilmu jikalau di dasari dangan niat yang tulus, bukan
ولكن ينبغي لك أن تعلم قبل كل شيء أن الهداية التي هي ثمرة العلم لها بداية ونهاية وظاهر وباطن ، ولا وصول إلى نهايتها إلا بعد إحكام بدايتها ، ولا عثور على باطنها إلا بعد الوقوف على ظاهرها.
Setiap perkara pasti ada awal dan permulaanya, begitu juga Hidayah yang merupakan hasil dari Ilmu, itu juga mempunya sebuah permulaan dan juga akhir dan kita jelas tidak akan bisa sampai pada akhir sebuah perkara jikalau kita tidak memulainya dari awal.
وهأنا مشير عليك ببداية الهداية لتجرب بها نفسك وتمتحن بها قلبك ، فإن صادفت قلبك إليها مائلا ونفسك بها مطاوعة ولها قابلة ، فدونك التطلع إلى النهايات والتغلغل في بحار العلوم.
Dengan iki, engkau harus mencoba dan melatih kesiapan dirimu dalam mencari Ilmu, apakah sudah benar-benar tulus atau masih di hinggapi rasa cinta terhadap dunia. Maka tanyakan pada hatimu
وإن صادفت قلبك عند مواجهتك إياها بها مسوفا وبالعمل بمقتضاها مماطلا فاعلم أن نفسك المائلة إلى طلب العلم هي النفس الأمارة بالسوء وقد انتهضت مطيعة للشيطان اللعين ليدليك بحبل غروره فيستدرجك بمكيدته إلى غمرة الهلاك ، وقصده أن يروج عليك الشر في معرض الخير حتى يلحقك (بِالأخسَرينَ أَعمالاً الَّذين ضَلَ سَعيُهُم في الحَياةِ الدُنيا وَهُم يَحسَبونَ أَنَّهُم يُحسِنونَ صُنعا).
Jika Anda menemukan hati Anda ketika Anda pengalaman mereka dengan Msova dan bekerja dimana memimpin doa tahu bahwa diri Anda cenderung untuk mencari pengetahuan adalah diri yang cenderung ke arah jahat telah taat Anthit dengan setan takut untuk Eddlek tali ego Vistdrjk Bmkidth ke tengah-tengah kehancuran, dan dimaksudkan untuk mempromosikan Anda kejahatan dalam kebaikan galeri sehingga menimbulkan (karya-karya mereka yang upaya sia-sia dalam kehidupan ini sementara mereka berpikir bahwa mereka melakukannya dengan baik).
وعند ذلك يتلو عليك الشيطان فضل العلم ودرجة العلماء وما ورد فيه من الأخبار والآثار ، ويلهيك عن قوله صلى الله عليه وسلم: (من ازداد علما ولم يزدد هدى لم يزدد من الله إلا بعدا) وعن قوله صلى الله عليه وسلم: (أشد الناس عذابا يوم القيامة عالم لم ينفعه الله بعلمه) وكان صلى الله عليه وسلم يقول: (اللهم إنى أعوذ بك من علم لا ينفع وقلب لا يخشع وعمل لا يرفع ودعاء لا يُسمع) ، وعن قوله صلى الله عليه وسلم: (مررت ليلة أسرى بي بأقوام تقرض شفاههم بمقارض من نار فقلت: من أنتم ، قالوا: كنا نأمر بالخير ولا نأتيه وننهى عن الشر ونأتيه).
Dan ketika itu setan akan selalu membisiki mu tentang bagaimana keutamaan Ilmu dan ulama dan beberapa hadits tentang itu, tapi setan melalaikanmu tentang bagaimana ketika Ilmu iu tidak diamalkan, dan tentang ancaman-ancaman Nabi pada para ulama yang tidak mau mengamalkan Ilmunya. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
من ازداد علما ولم يزدد هدى لم يزدد من الله إلا بعدا
Artinya: barang siapa yang bertambah Ilmunya namuan tidak bertambah Hidayahnya maka tidak bertambah kecuali simakain jauh ia dai Allah SWT.
(أشد الناس عذابا يوم القيامة عالم لم ينفعه الله بعلمه)
Artinya: Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat.”
Dan Nabi Muhammad SAW selalu berdo’a untuk terhindar dari 4 perkara yang diantaranya adalah Ilmu yang tidak bermanfaat sebagaiman dalam do’a nabi Muhammad SAW sebagai berikut:
(اللهم إنى أعوذ بك من علم لا ينفع وقلب لا يخشع وعمل لا يرفع ودعاء لا يُسمع)
Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari Ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak Khusyu’, amal yang tidak diterima dan do’a yang tidak terkabul.
Dan Nabi Muhammad SAW menceritakan ketika beliau dalam perjalanan Isro’ Mi’roj, beliua bertemu dengan sekelompok orang memotong lidahnya dengan gunting yang terbuat dari api. Kemudian nabi bertanya: siapa kalian? Mereka pun menjawab: kami suka memerintah kebaikan, tapi kami enggan melaksanakan, dan kami melarang kejelekan, tapi malah kami melakukan.
Begitulah gambaran orang-orang yang tidak mau menjalankan apa yang telah mereka ketahui. Sebagaimana dalam Hadits Nabi SAW:
(مررت ليلة أسرى بي بأقوام تقرض شفاههم بمقارض من نار فقلت: من أنتم ، قالوا: كنا نأمر بالخير ولا نأتيه وننهى عن الشر ونأتيه)
Artinya: Ketika aku perjalanan Isro’ Mi’roj, aku bertemu dengan sekelompok orang memotong lidahnya dengan gunting yang terbuat dari api. Kemudian aku bertanya: siapa kalian? Mereka pun menjawab: kami suka memerintah kebaikan, tapi kami enggan melaksanakan, dan kami melarang kejelekan, tapi malah kami melakukan
فإياك يا مسكين أن تذعن لتزويره فيدليك بحبل غروره ، فويل للجاهل حيث لم يتعلم مرة واحدة ، وويل للعالم حيث لم يعمل بما علم ألف مرة.
Maka janganlah kaliam sampai terbujuk dengan tipu daya setan sehingga mereka berhasil menjerumuskan kalian, maka orang bodoh yang tidak mau belajar akan celaka satu kali, namun orang yang berilmu tapi tidak mau mengamalkan ilmunya akan celaka seribu kali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar